MEDIA YANG BERVARIASI DALAM TEKNIK DUA TAMU, DUA TINGGAL EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI SASTRA SISWA

ABSTRAK

 

Vedia, S.Pd.  :  Media yang Bervariasi dalam Teknik Dua Tamu, Dua Tinggal Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Apresiasi Sastra Siswa

Penelitian Tindakan Kelas dalam Pembelajaran Cerpen “Purnama yang   Tak Kunjung Hadir” Karya Ve di Kelas X1 SMA Negeri 5 Tangerang

 

            Penyusunan karya tulis ini bertujuan untuk menciptakan suatu pembelajaran sastra yang efektif untuk meningkatkan kemampuan apresiasi sastra siswa. Selain itu penyusunan karya tulis ini juga bertujuan untuk menciptakan  cara belajar yang menyenangkan bagi siswa. Diharapkan dengan kondisi yang menyenangkan siswa dapat lebih mudah mempelajari karya sastra dalam hal ini cerpen yang selanjutnya dengan rasa senang itu tumbuh rasa cinta terhadap karya sastra.

Karya tulis  ini  dibuat karena didorong oleh kenyataan; pertama, seringkali guru bahasa Indonesia mengalami kesulitan dalam pembelajaran sastra dan unsur-unsurnya..Kedua, seringkali guru bahasa Indonesia mengalami kesulitan dalam menumbuhkan kemampuan apresiasi sastra, hal ini dikarenakan media dan metode yang digunakan kurang bervariasi sehingga siswa merasa pelajaran sastra adalah pelajaran yang membosankan. Ketiga, guru kurang bisa mengkonkritkan karya sastra  yang dihadapan siswa seperti sesuatu yang abstrak padahal sebenarnya karya sastra itu sendiri merupakan hasil perenungan terhadap kehidupan sehingga seharusnya guru bisa mengadakan upaya yang dapat mendekatkan siswa kepada karya sastra tersebut.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa dengan menggunakan media yang bervariasi dalam teknik Dua Tamu, Dua Tinggal sebagai salah satu metode cooperatif  learning, kemampuan apresiasi sastra (cerpen) siswa meningkat secara efektif.

            Melalui penelitian tindakan kelas ini penulis berharap dapat menghasilkan sebuah karya tulis yang bermanfaat bagi guru atau calon guru guna meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran sastra dalam hal ini cerpen.

 

 

 BAB  I

PENDAHULUAN

 

 

 

  1. Latar Belakang

Karya sastra secara umum sebenarnya merupakan gambaran kehidupan   nyata. Hal ini karena terciptanya suatu karya tidak lain adalah hasil dari penghayatan pengarang terhadap kehidupan. Untuk itu tidak berlebihan bila dikatakan bahwa sastra merupakan kehidupan yang dikisahkan lewat media tulis. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh kritikus sastra M. H. Abram bahwa sebuah karya sastra (work) lahir dari perenungan seorang seniman (artist) terhadap kehidupan alam semesta (universe), kemudian barulah karya seni itu sampai pada penikmat (audience) (Abram, 1971).Untuk lebih jelasnya hubungan karya sastra dengan kehidupan dan manusia yang terlibat didalamnya adalah sebagai berikut:

Alam Semesta

Karya Seni

Seniman             Penikmat

Mengingat proses penciptaannya tersebut maka apresiasi sastra tentu tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi saja. Apresiasi sastra yang baik hendaknya meliputi hal-hal yang membangun karya sastra baik dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Demikian pula dengan pembelajaran apresiasi sastra di sekolah hendaknya meliputi kedua hal tersebut.

Pembelajaran unsur intrinsik diperlukan untuk dapat memahami karya sastra dari dalam tubuh karya sastra itu sendiri, sedangkan pembelajaran unsur ekstrinsik diperlukan untuk memahami karya sastra dalam hubungannya dengan proses terciptanya karya sastra (dari luar tubuh karya sastra) sehingga siswa dapat memahami karya sastra secara lebih mendalam.

Pembelajaran sastra selama ini sering dirasakan anak sebagai suatu pembelajaran yang tidak menarik dan membosankan. Pembelajaran sastra hanya berkutat pada pengetahuan mengenai alur (plot), latar (setting), sudut pandang (point of view) atau istilah teknis lainnya menjadi. Karya sastra juga dianggap suatu hal yang abstrak. Hal ini dikarenakan siswa tidak kenal apalagi akrab dengan karya tersebut. Padahal seperti yang dikemukakan di atas bahwa karya sastra ibarat kehidupan yang dituangkan lewat media tulis walaupun karya tersebut sebenarnya fiksi.

Selain itu, pembelajaran sastra juga dianggap membosankan karena teknik ataupun metode yang digunakan guru tidak bervariasi dan kurang mendekatkan siswa terhadap karya sastra itu sendiri. Pembelajaran sastra selama ini juga tidak dapat menampung gaya belajar anak yang sangat bervariasi.

Berdasarkan hal tersebut penulis mengadakan penelitian tindakan kelas dengan  menyajikan pembelajaran sastra (cerpen) yang menggunakan metode cooperatif learning (gotong royong). Dalam penelitian ini penulis menggunakan cerpen ciptaan sendiri berjudul ”Kapan Purnama akan Tiba”. Penggunaan cerpen ciptaan sendiri ini dimaksudkan untuk mengkonkritkan karya sastra di hadapan siswa sehingga siswa merasa lebih dekat dengan karya sastra itu sendiri.

Untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, penulis menggunakan media kartu cerpen dan  LCD proyektor. Sambil menayangkan cerpen lewat LCD proyektor (berupa power point) penulis membacakan langsung cerpen tersebut. Penayangan cerpen lewat LCD proyektor dimaksudkan untuk menarik perhatian seluruh siswa secara serentak. Penggunaan kartu cerpen dimaksudkan untuk memudahkan siswa ketika membaca ulang guna mencari unsur-unsur karya sastra. Dan untuk memudahkan siswa tipe auditori penulis  membacakan cerpen tersebut.

Semula penelitian ini dilakukan penulis di kelas yang penulis sendirilah guru kelasnya. Namun, setelah melakukan refleksi timbul rasa penasaran yang membuat penulis mengadakan penelitian ulang dengan menjalin kerja sama dengan guru kelas lainnya. Penelitian berlanjut dengan menempatkan guru kelas lainnya sebagai kolaborator.

Diharapkan penggunaan metode dan media yang bervariasi mampu menampunggayabelajar siswa yang bervariasi sehingga tercipta suasana belajar yang menarik  Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan merupakan hal yang sangat penting dan merupakan prinsip keberhasilan belajar (Dryden & Vos, 2000)

 

 

 

 

B.     Sasaran Tindakan

Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas X  SMA Negeri 5 Tangerang.

 

C.    Rumusan Masalah

  1. Apakah siswa dapat memahami dan mengapresiasi cerpen dengan baik setelah mengikuti pembelajaran dengan metode cooperatf learning?
  2. Apakah siswa dapat memahami dan mengapresiasi cerpen dengan baik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media yang bervariasi?
  3. Apakah penggunaan cerpen buatan guru sendiri dapat memudahkan siswa dalam mengapresiasi cerpen?
  4. Bagaimanakah persepsi dan kesan siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan metode cooperatif learning?
  5. Bagaimanakah persepsi dan kesan siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan media yang bervariasi?
  6. Bagaimanakah persepsi dan kesan siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan cerpen buatan guru sendiri?

 

D.    Tujuan Penelitian

  1. Ingin mengetahui seberapa tinggi hasil pemahaman dan apresiasi cerpen siswa dengan menggunakan metode cooperatif learning.
  2. Ingin mengetahui seberapa besar kemudahan yang diperoleh siswa dalam mengapresiasi cerpen dengan media yang bervariasi?
  3. Ingin mengetahui seberapa besar kemudahan yang diperoleh siswa dalam mengapresiasi cerpen dengan menggunakan cerpen buatan guru sendiri?
  4. Ingin mengumpulkan persepsi dan kesan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode cooperatif learning.
  5.  Ingin mengumpulkan persepsi dan kesan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi.
  6. Ingin mengumpulkan persepsi dan kesan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan cerpen buatan guru sendiri.

 

E.     Manfaat Penelitian

Melalui pembelajaran dengan metode cooperatif learning (gotong royong) dan penggunaan media yang bervariasi diharapkan:

  1. Tercipta suasana pembelajaran sastra yang menyenangkan siswa.
  2. Tumbuh semangat siswa dalam belajar sastra.
  3. Tumbuh kebersamaan dalam mencapai keberhasilan.
  4. Meningkatnya daya apresiasi siswa terhadap karya sastra.
  5. Menumbuhkan rasa senang terhadap karya sastra.
  6. Menumbuhkan rasa ingin menciptakan karya sastra.

BAB  II

KAJIAN TEORETIS

 

 

Agar lebih terarah penulisan karya ilmiah ini, maka diperlukan pedoman yang berupa kajian-kajian teori yang berkaitan dengan penelitian ini.

 

A. Media
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari ”medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar (Depdiknas, 2003). Media merupakan suatu hal yang diperlukan dalam tindak komunikasi. Proses belajar mengajar di dalam kelas pada hakekatnya juga merupakan tindakan komunikasi sehingga dalam pembelajaran juga memerlukan media. Media yang digunakan dalam pembelajaran disebut denagn media pembelajaran.

Kemp, dkk (1985), media pembelajaran memiliki kontribusi (Nurani, dkk, 2003), sebagai berikut:

  1. Penyajian materi ajar menjadi lebih standar.
  2. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
  3. Kegiatan belajar menjadi lebih interaktif
  4. Waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi.
  5. Kualitas belajar dapat ditingkatkan.
  6. Pembelajaran dapat disajikan di mana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan.
  7. Meningkatkan sikap positif peserta didik dan proses belajar menjadi lebih baik.
  8. Memberikan nilai positif bagi pengajar.

 

Pada dasarnya manusia bersifat universal sekaligus unik. Dikatakan unik karena manusia memiliki perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya, begitu pula dengan siswa.  Dengan keunikannya masing-masing, siswa mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda, yakni ada yang bersifat visual, auditory, dan kinestetik (De Porter & Mike Hernacki,1999). Dengan memahami keunikan siswa itu pulalah penulis menggunakan media yang bervariasi agar semua siswa dapat menikmati proses pemelajaran.

 

B. Cooperatif Learning (Belajar dengan Gotong Royong)
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk homo homini socius (makhluk sosial) sehingga ia akan berusaha mengadakan kerja sama dengan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhannya. Metode cooperatif learning merupakan metode pembelajaran yang berangkat dari pemahaman ini. Metode cooperatif learning adalah metode pembelajaran dengan cara gotong royong (Lie, 2002).

Dengan menggunakan metode cooperatif learning suatu pembelajaran dapat dipecahkan secara bersama-sama. Perlu adanya pemahaman di sini bahwa pembelajaran cooperatif learning tidak sama dengan belajar kelompok seperti yang selama ini sering dilakukan. Oleh karena itu, ada 5 (lima) hal yang harus diperhatikan dalam cooperatif learning (Lie, 2002), yaitu:

  1. Saling ketergantungan positif.
  2. Tanggung jawab perseorangan.
  3. Tatap muka.
  4. Komunikasi antaranggota.
  5. Evaluasi proses kelompok.

Adapun manfaat dari metode cooperatif learning adalah pertama, ciptakan suasana belajar yang kondusif, bersemangat dan menyenangkan. Kedua menciptakan manusia yang bisa berdamai dengan sesamanya karena pada hakekatnya cooperatif learning menggiring siswa untuk dapat maju bersama-sama.  Ketiga, efektifitas waktu pembelajaran.

Salah satu model pembelajaran cooperatif learning yang penulis coba terapkan adalah teknik dua tamu, dua tinggal. Namun, karena dalam penelitian ini pembagian anggota kelompok ada yang berjumlah empat ada juga yang lima, maka pada pelaksanaan bisa terjadi dua tamu, tiga tinggal.

Dua tamu, dua tinggal merupakan sebuah teknik yang memungkinkan setiap anggota kelompok bertanggung jawab dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah. Setelah masing-masing kelompok mengerjakan tugasnya dua anggota kelompok bertamu pada kelompok lainnya guna mencari informasi, sementara itu dua anggota kelompok yang tinggal menerima tamu dan memberikan informasi hasil kerja kelompoknya. Setelah kelompok  mendapatkan semua informasi, maka kelompok tersebut mengolah informasi yang didapatkannya.

Gambar 1 : Diagram Pembelajaran dengan Teknik Dua Tamu, Dua tinggal Metode Cooperatif Learning

C. Apresiasi
Apresiasi adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya; penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu (KBBI, 2004). Apresiasi merupakan tindakan penghayatan pembaca karya sastra terhadap suatu karya sastra. Tindakan penghayatan ini tentu saja baru dapat timbul bila ada upaya yangn sungguh-sungguh dari pembaca untuk memahami atau menyelami karya sastra tersebut.

Apresiasi sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra (Effendi, 2004).

 

D. Cerpen
Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Namun, bukan berarti semua cerita yang pendek adalah cerpen. Banyak cerita yang pendek seperti fabel (cerita binatang) atau cerita rakyat, namun tidak dapat dikategorikan sebagai cerpen. Cerpen adalah cerita atau narasi (bukan analisis argumentasi) yang fiktif (tidak benar-benar terjadi dimana saja dan kapan saja) serta relatif singkat (Soemardjo & Saini KM., 1994).

Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerpen atau cerita pendek adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika) (KBBI, 2004).

BAB  III

METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. Setting Penelitian

Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X  SMA Negeri 5 Tangerang yang beralamat di jalan Ciujung Raya No. 3 Perumnas I Tangerang.

 

  1. Sasaran penelitian

Dari tindakan yang dilakukan yaitu penggunaan media yang bervariasi dalam metode cooperatif learning diharapkan siswa menjalani proses pembelajaran dengan senang sehingga tingkat pemahaman dan daya apresiasi sastra siswa menjadi tinggi. Dengan demikian, diharapkan pula siswa menjadi suka terhadap  karya sastra.

 

  1. Prosedur Penelitian

Pada penelitian ini penulis mengacu pada penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggard. Secara umum penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc. Taggard adalah meliputi beberapa tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. (Suhardjono,2006)

Dalam penelitian ini penulis juga melakukan empat tahapan seperti yang dikemukakan di atas bahkan demi mendapatkan hasil yang diharapkan penulis juga melakukan penelitian ulang yang meliputi rencana ulang, pelaksanaan ulang, pengamatan ulang, dan refleksi ulang. Secara lebih jelasnya prosedur penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut:

Gambar 2 :  Rangkaian Penelitian Tindakan Kelas Diadaptasi dari pendapat Kemmis dan Mc. Taggard

  1. Rencana Tindakan

Tahap I

Penyusunan Silabus dan Rencana Pemelajaran

SILABUS

 

Nama Sekolah   : SMAN5 Tangerang

Mata Pelajaran   :  Bahasa Indonesia

Kelas                  :  X

Semester             :  2

Standar Kompetensi  :

Membaca

Memahami  wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan  cerpen

Kompetensi Dasar:

Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari

Materi Pokok :

Naskah cerpen

Unsur-unsur intrinsik cerpen

Kegiatan Pembelajaran :

  • Membaca cerpen
  • Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek yang telah dibaca

 

Indikator :

  • Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek yang telah dibaca

Penilaian :

–    Jenis tagihan : Tugas kelompok

–    Bentuk Instrumen : uraian

Alokasi waktu : 2 x 45 menit

Alat : LCD proyektor, power point cerpen, dan kartu cerpen

Sumber:                   –     Buku paket

–          Naskah cerpen ciptaan guru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Kompetensi dasar :    Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari

Kegiatan Belajar :

  • Membaca cerpen
  • Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek yang telah dibaca sesuai tugasnya di dalam kelompok (mengikuti teknik dan prosedur cooperatif learning)

Strategi Pembelajaran :

                        Guru Aktif                          Siswa Aktif
– membentuk kelompok belajar

– menyajikan tayangan cerpen sambil  membacakannya

– membagi tugas tiap kelompok

– membimbing siswa dalam mencari unsur intrinsik yang menjadi tugasnya

 

 

– mengarahkan jalannya diskusi

 

 

 

 

 

 

 

 

– bersama siswa menyimpulkan inti pembelajaran

 

– duduk sesuai dengan kelompoknya

– membaca dan menyimak cerpen yang disajikan

– memahami tugas kelompoknya

– mencari unsur intrinsik yang menjadi tugasnya dengan bantuan kartu cerpen yang disediakan

– dua anggota kelompok bertandang ke kelompok lainnya untuk mendapat informasi mengenai unsur intrinsik yang lainnya.

– dua anggota kelompok menerima kedatangan kelompok lain dan memberikan informasi unsur intrinsik yang ditemukannya.

– tiap kelompok melaporkan hasil diskusi

 

– bersama guru menyimpulkan pembelajaran

 

  1. Data

Ada beberapa sumber data dalam penelitian ini, yaitu:

– Data berupa angket (daftar pertanyaan), contoh angket terlampir.

– Data berupa hasil belajar siswa, contoh hasil belajar siswa terlampir.

 

  1. Pengamatan

Pengamatan dilakukan pada saat berlangsungnya pelaksanaan penelitian yaitu pada proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga berarti bahwa pengamatan terjadi pada saat tindakan sedang berjalan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Analisis Data dan Refleksi

Analisis Data

Dalam penelitian ini analisis data dilakukan terhadap:

  1. Angket penelitian berupa pertanyaan sebelum diadakan tindakan (Angket I) dan sesudah penelitian (Angket II).   Angket 1 dibuat untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi kesulitan siswa dalam pembelajaran cerpen, sedangkan angket 2 bertujuan mengetahui persepsi dan kesan siswa setelah pembelajaran dengan metode cooperatif learning.
    1. Hasil belajar siswa ( lembar kerja siswa )

 

Refleksi

Dari Hopkin, 1993 diketahui refleksi dalam penelitian tindakan kelas mencakup analisis, sintesis penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dari proses refleksi maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang meliputi kegiatan: perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi (Sumardjono, 2006).

 

 

 

 

 

BAB IV

PELAKSANAAN PENELITIAN

 

A. Deskripsi Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan di ruang kelas X  SMA Negeri 5 Tangerang. Semula penelitian ini dilakukan hanya di kelas X 1 (kelas dimana penulis sendirilah gurunya). Rasa penasaran yang timbul setelah melakukan refleksi dan rasa ingin berbagi pada teman sejawat membawa penulis pada penelitian ulang di kelas lain yaitu kelas X 2 sampai X 5. Pada penelitian kedua penulis meminta teman sejawat bertindak sebagai kolaborator.

Pada pembelajaran sastra (cerpen) sebelumnya digunakan cerpen yang terdapat dalam buku teks dan menggunakan metode ceramah dan kerja mandiri. Pada saat itu terlihat siswa sulit memahami isi cerpen yang terdapat dalam buku paket, kemudian penulis (guru/peneliti) menyusun sebuah Angket I dan mulai melakukan perencanaan penelitian tindakan kelas.

Pada saat penelitian ini dilakukan penulis menggunakan cerpen yang dibuat sendiri dengan tujuan memberikan kemudahan pada siswa untuk memahami karya sastra.  Selain itu penulis juga menggunakan media yang bervariasi yaitu penggunaan LCD proyektor dan kartu cerpen sedangkan metode yang coba diterapkan penulis adalah metode cooperatif learning dengan teknik dua tamu, dua tinggal.

 

 

 

B. Pelaksanaan

Tahap I

Pembagian kelompok

Pembagian kelompok dilakukan oleh guru dengan melihat kemampuan akademis siswa. Dalam satu kelompok terdapat siswa yang berkemampuan akademis lebih dan ada siswa berkemampuan akademis kurang. Satu kelas berisi 38-40 siswa dibagi menjadi 8 kelompok. Tiap kelompok mendapat pembagian tugas sebagai berikut:

 

Kelompok 1: Tema

Kelompok 2: Sudut Pandang

Kelompok 3: Penokohan

Kelompok 4: Latar

Kelompok 5: Alur

Kelompok 6: Amanat

Kelompok 7: Bahasa dan suasana

Kelompok 8: Kaitan nilai-nilai kehidupan dalam cerpen dengan kehidupan sehari-hari

 

 

 

 

 

Tahap 2

Proses Kegiatan Pembelajaran

Penelitian ini merupakan tindakan kelas dengan penggunaan media bervariasi dalam metode cooperatif learning. Adapun teknik metode cooperatif learning yang digunakan yaitu Dua Tinggal Dua Datang  dengan langkah kegiatan sebagai berikut:

KETERAMPILAN YANG DIHARAPKAN

ALAT DAN BAHAN

TEKNIK & PROSEDUR

Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek yang telah dibaca LCD proyektor, flashdish, kartu cerpen – Seluruh kelompok melihat tayangan cerpen di LDC proyektor sambil mendengarkan cerpen tersebut dibacakan.

 

Dua Tinggal Dua Tamu /Tiga Tinggal Dua Tamu

 

– Setelah selesai mengerjakan tugasnya dalam kelompok, dua siswa dari masing-masing kelompoknya meninggalkan kelompoknya berpencar bertamu pada kelompok lain.

– Dua siswa yang tinggal dalam kelompok membagikan hasil kerja dan informasi mereka pada tamu mereka. Tamu mencatat hasil temuan kelompok milik kelompok yang dikunjungi.

– Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan hasil temuan.

– Kelompok menggabungkan seluruh hasil temuan, kemudian membahas kembali dengan anggota kelompok sebelum melaporkan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.

 

 

C. Analisis Data

  1. Analisis Data Angket

Dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 macam angket. Angket 1 adalah angket yang diberikan sebelum pembelajaran dengan metode cooperatif learning sedangkan  angket 2 diberikan setelah pembelajaran. Angket 1 dibuat untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi kesulitan siswa dalam pembelajaran cerpen, sedangkan angket 2 bertujuan mengetahui persepsi dan kesan siswa setelah pembelajaran dengan metode cooperatif learning.

Tabel 1

Analisis Angket I

 

NO.

PERTANYAAN

DESKRIPSI

1.

Bagian yang paling menarik dari suatu cerita menurut Anda adalah … tema  18,4 %   amanat 2,6%,      latar        0 %   alur 57,8 %

bahasa 7,8 %   tokoh13,1%

2.

Hal yang paling menyulitkan Anda dalam mengapresiasi cerpen adalah … tema        0 %   amanat 2,6 %

latar         0 %   alur 50 %

bahasa 42,1 % tokoh 5,3 %

3.

Apakah tema cerpen mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengapresiasi cerpen? Ya 81,6 %       Tidak 18,4 %

 

4.

Apakah latar cerpen mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengapresiasi cerpen? Ya 78,9 %       Tidak 21,1 %

 

5.

Apakah bahasa yang digunakan pengarang mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengapresiasi cerpen? Ya 100 %        Tidak 0 %

 

6.

Cerita yang lebih mudah dipahami, menurut Anda adalah cerita yang … Dekat dengan kehidupan saya.

94,7 %

Jauh dengan kehidupan saya.

5,3 %

 

Tabel 2

Analisis Angket II

 

NO.

PERTANYAAN

DESKRIPSI

1. Apakah belajar dengan metode cooperatif learning (gotong royong) membantu Anda dalam mengapresiasi cerpen? Ya  100%        Tidak 0%

 

2. Apakah membaca cerpen sambil mendengar pembacaan cerpen, memudahkan Anda dalam memahami cerpen? Ya 89,5 %       Tidak 10,5 %

 

 

3. Apakah penggunaan kartu-kartu cerpen memudahkan Anda dalam mengapresiasi cerpen? Ya 71,1 %       Tidak 28,9 %
4. Apakah tema cerpen yang lebih dekat dengan kehidupan Anda lebih mudah dipahami? Ya 92,1 %       Tidak 7,9 %

 

5. Apakah latar cerpen yang lebih dekat dengan kehidupan Anda lebih mudah dipahami? Ya 92,1 %       Tidak 7,9 %

 

6. Apakah bahasa yang digunakan guru Anda dalam cerpennya membuat Anda lebih mudah memahami cerpen? Ya 100 %        Tidak 0 %

 

7. Apakah Anda senang dengan pembelajaran cerpen yang menggunakan media yang bervariasi? Ya 97,4 %       Tidak 0,26 %

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Analisis Hasil Belajar Siswa

Berikut adalah contoh hasil belajar siswa kelas X 1 SMA Negeri 5 Tangerang, hasil belajar kelas yang lainnya ada pada bagian lampiran.

 

Tabel 3

Pemerolehan Nilai Siswa Kelas X.1

 

KELOMPOK

NILAI KELOMPOK

NILAI KEMAMPUAN ANALISIS INFORMASI

NILAI AKHIR

KELOMPOK

1

8

8

8

2

10

10

10

3

8

8

8

4

10

10

10

5

10

8

9

6

8

9

8,5

7

10

10

10

8

10

8

9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4

Pemerolehan Nilai Individu Kelas X.1

 

NO.

INISIAL

NAMA

NILAI IND. AWAL

NILAI KELOMPOK

NILAI IND. AKHIR

1.

AD

6

8,5

7,3

2.

AL

8

8,5

8,3

3.

AS

8

10

9

4.

AP

9

10

9,5

5.

DP

6

10

8

6.

ER

6

10

8

7.

FA

8

10

9

8.

GM

8

9

8,5

9.

HN

7

8,5

7,8

10.

JA

6

9

7,5

11.

LS

9

8,5

8,8

12.

MS

7

9

8

13.

MG

9

9

9

14.

MK

9

10

9,5

15.

NI

8

8

8

16.

PP

7,5

10

8,8

17.

RS

8

8

8

18.

RL

6

9

7,5

19.

RZ

6

10

8

20.

RF

6

8

7

21.

RE

9

8

8,5

22.

SP

8

10

9

23.

SW

6

8

7

24.

SI

6,5

8

7,3

25.

TI

9

8

8,5

26.

TM

9

10

9,5

27.

TR

10

10

10

27.

VM

7

8,5

7,8

29.

YS

9

9

9

30.

YH

6,5

10

8,3

31.

YA

6,5

10

8,3

32.

YI

8

8

8

33.

YN

6,5

8

7,3

34.

NB

8

9

8,5

35.

RD

9

9

9

36.

AN

6,5

9

8,3

37.

AK

6

10

8

38.

MI

6

10

8

RATA-RATA

7,2

9,1

8,3

D. Hasil Penelitian

Berdasarkan analisis angket I, diketahui bahwa:

    1. Hal yang paling menarik dari suatu cerita  adalah alur atau jalan cerita.
    2. Hal yang paling menarik juga merupakan hal yang paling menyulitkan siswa dalam mengapresiasi atau memahami cerpen yaitu alur.
    3. Tema yang terdapat dalam cerpen mempengaruhi kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerpen.
    4. Latar yang terdapat dalam cerpen mempengaruhi kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerpen.
    5. Bahasa yang terdapat dalam cerpen mempengaruhi kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerpen.
    6. Cerpen yang lebih mudah dipahami oleh siswa adalah cerpen yang ceritanya dekat dengan kehidupan siswa itu sendiri.

Dari hasil analisis tersebut di atas pada pembelajaran selanjutnya penulis mencoba menyajikan cerpen buatan sendiri yang alur, latar, temanya diusahakan dekat dengan kehidupan siswa dan bahasa yang digunakan juga diupayakan bahasa sehari-hari agar siswa lebuh mudah mengerti.

 

 

 

 

 

Berdasarkan analisis angket II diketahui:

    1. Seluruh siswa dapat merasakan manfaat belajar dengan metode cooperatif learning (gotong royong).
    2. Mayoritas siswa lebih menyukai pembacaan cerpen disertai dibacakan (sambil mendengarkan).
    3. Mayoritas siswa dapat merasakan manfaat penggunaan kartu cerpen.
    4. Mayoritas siswa merasa bahwa tema yang lebih dekat dengan kehidupannya memudahkan mereka dalam mengapresiasi cerpen.
    5. Mayoritas siswa merasa bahwa latar yang lebih dekat dengan kehidupannya memudahkan mereka dalam mengapresiasi cerpen.
    6. Seluruh siswa merasa bahwa bahasa yang digunakan gurunya sendiri dalam cerpen lebih memudahkan mereka dalam mengapresiasi cerpen.
    7. Mayoritas siswa menyenangi pembelajaran dengan media yang bervariasi.

 

Dari hasil analisis hasil belajar diketahui bahwa:

Pembelajaran dengan metode cooperatif learning efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Perbandingan hasil belajar antara belajar individual dengan cooperatif learning yaitu; pada pemelajaran individual ketidaktuntasan belajar mencapai 39,4 % (batas nilai tuntas 7) , sedangkan dengan metode cooperatif learning ketuntasan mencapai 100 %.

 

Keterangan :

 

Laporan penelitian di atas merupakan hasil penelitian pertama yang penulis lakukan di satu kelas yang penulis sendiri sebagai guru dan juga sebagai peneliti. Adapun hasil penelitian kedua (penelitian ulang-dilakukan di empat kelas lainnya dengan menggunakan guru kelas tersebut sebagai kolaborator) penulis sampaikan pada bagian lampiran.

Selain menemukan kelebihan-kelebihan seperti yang telah penulis uraikan di atas ternyata selama proses berlangsungnya pembelajaran (penelitian I) terjadi kekurangan yaitu masih terdapat siswa ( sebanyak 4 orang siswa = 10,5 % ) yang bersikap masa bodoh dan mengandalkan kerja temannya. Kekurangan ini terus dipantau pada saat penelitian ulang (penelitian II). Pada penelitian kedua dengan menggunakan teman sejawat sebagai kolaborator semua kekurangan yang terdapat pada penelitian pertama dapat diatasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

 

 

A. Simpulan

 

1.  Penggunaan metode cooperatif learning efektif meningkatkan kemampuan hasil  belajar siswa yang berarti meningkatnya kemampuan apresiasi sastra siswa.

2.  Penggunaan media yang bervariasi dapat menarik minat siswa untuk belajar sastra.

3. Siswa merasa senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dengan metode cooperatif learning yang menggunakan media bervariasi.

4.  Siswa merasa lebih mudah memahami cerpen yang isinya (tema, latar, alur) dekat dengan kehidupan siswa.

5.  Dengan kemudahan yang diberikan oleh metode cooperatif learning dan media yang bervariasi pada saat pembelajaran, siswa menjadi suka terhadap karya sastra.

 

B. Saran

1.  Guru di kelas hendaknya mau mencoba menggunakan metode cooperatif learning karena metode ini selain dapat mengefektifkan waktu juga dapat menumbuhkan sikap kebersamaan yaitu maju secara bersama-sama secara bertanggung jawab bukan persaingan yang saling menjatuhkan.

2.  Guru di kelas hendaknya lebih kreatif dalam menggunakan media pembelajaran agar siswa tertarik dan selalu bersemangat mengikuti pembelajaran sastra.

3.  Guru di kelas hendaknya mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran sastra dengan mencoba variasi baru yang dapat menampung gaya belajar siswa.

4.   Guru hendaknya berupaya mendekatkan karya sastra terhadap siswa dengan cara  membuatkan cerpen yang isinya dapat lebih mudah dimengerti oleh siswa.

5.   Guru hendaknya tak henti-hentinya memotivasi dan memberikan contoh pada siswa agar dapat menyukai dan mencoba untuk menciptakan karya sastra.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abram, M.H. 1971. Mirror of The Lamp.New York:OxfordUniversity Press.

De Porter, Bobbi & Mike Hernacki.1999.  Quantum Learning. Bandung: Kaifa.

Depdiknas. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasmen Ditendik.

 

Effendi, S. 2001. Sastra Dan Apresiasi Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas. Lie, Lie, Anita. 2002.  Cooperatif Learning, Jakarta: Grasindo.

Nurani, Yuliani, dkk. 2003.  Strategi Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

 

Suhardjono. 2006.  Kumpulan Tulisan Mengenai Penelitian Tindakan Kelas.   Jakarta:Bumi Akasara.

 

Sumardjo, Jacob dan Saini KM. 1994.  Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

 

Tim Penyusun Kamus. 2004. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran I

 

CONTOH ANGKET I

 

ANGKET I

Jawablah pertanyaan ini dengan memberikan tanda X pada satu jawaban yang sesuai dengan pendapat Anda!

 

  1. Bagian yang paling menarik dari suatu cerita menurut Anda adalah …

____ tema       ____ amanat

____ latar        ____ alur

____ bahasa    ____ tokoh

 

  1. Hal yang paling menyulitkan Anda dalam mengapresiasi cerpen adalah …

____ tema       ____ amanat

____ latar        ____ alur

____ bahasa    ____ tokoh

 

  1. Apakah tema cerpen mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengapresiasi cerpen?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Apakah latar cerpen mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengapresiasi cerpen?

____ Ya           ____ Tidak

 

  1. Apakah bahasa yang digunakan pengarang mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengapresiasi cerpen?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Cerita yang lebih mudah dipahami, menurut Anda adalah cerita yang …

____ Dekat dengan kehidupan saya.

____ Jauh dengan kehidupan saya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

 

CONTOH ANGKET II

 

 

ANGKET II

 

Jawablah pertanyaan ini dengan memberikan tanda X pada satu jawaban yang sesuai dengan pendapat Anda!

  1. Apakah kerja kelompok membantu Anda dalam mengapresiasi cerpen?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Apakah membaca cerpen sambil mendengar pembacaan cerpen, memudahkan Anda dalam memahami cerpen?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Apakah penggunaan kartu-kartu cerpen memudahkan Anda dalam mengapresiasi cerpen?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Apakah tema cerpen yang lebih dekat dengan kehidupan Anda lebih mudah dipahami?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Apakah latar cerpen yang lebih dekat dengan kehidupan Anda lebih mudah dipahami?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Apakah bahasa yang digunakan guru Anda dalam cerpennya membuat Anda lebih mudah memahami cerpen?

____ Ya          ____ Tidak

 

  1. Apakah Anda senang dengan pembelajaran cerpen yang menggunakan media yang bervariasi?

____ Ya          ____ Tidak

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: