KOSA KATA UNIK DAN MENARIK DALAM BAHASA INDONESIA

oleh: Vedia, M.Pd.

 

Pengantar

            Keinginan menulis buku sebenarnya sudah ada sejak lama seiring keinginan meneliti (paling tidak mengamati) hal mengenai bahasa. Namun, keinginan itu baru berani saya wujudkan karena selama ini merasa menulis buku adalah suatu hal yang sangat istimewa yang berarti juga membutuhkan kemampuan yang istimewa juga.

Untuk mewujudkan keinginan menulis ini maka penulis mengajak diskusi para ahli bahasa lewat buku-buku mereka karena memang sulit untuk bertemu mereka. Hal ini bukan karena mereka tidak mau tetapi penulis sendiri bingung kapan dan di mana penulis bisa menemukan mereka untuk berdiskusi secara langsung sambil duduk-duduk santai di bawah pohon rindang atau di café sambil menikmati secangkir kopi.

Dari buku-buku yang diajak diskusi (kalau tidak ada yang terlewat) mulai dari buku fonetik, morfologi, semantik, sintaktik, sampai buku psikolingistik belum ada yang menjelaskan tentang hal yang penulis amati ini. Apakah karena terlalu sepele atau memang belum menarik perhatian?

Bermula ketika penulis sedang mengantar anak ke sekolah. Saat itu hari hujan, di otak penulis tiba-tiba berkumpul kata-kata basah, becek, banjir. Selanjutnya, datang lagi kata lembab dan sembab. Penulis berpikir ”kok kebetulan sekali ya” kata-kata ini memiliki makna yang saling berkaitan yaitu sama-sama mengandung air dan kebetulan juga mengandung unsur fonem yang sama yaitu b. Sambil terus berpikir bermunculan kata-kata dengan kasus serupa misalnya air, cair, alir, dan encer. Kata ini ini juga saling berkaitan makna sama-sama mengadung unsur air dan sama-sama mengandung fonem yang sama pula yaitu a, i, r    (pada kata encer hanya terdapat saru fonem yang sama yaitu r). Apakah ini kebetulan juga?

Penulis coba mencari hal serupa dalam bahasa Inggris, namun penulis hanya bisa menemukan kata small dan litle yang memiliki kasus serupa. Perbandingan ini penulis lakukan karena kalau dalam bahasa lain juga memiliki hal serupa berarti memang itulah sifat bahasa secara universal. Namun, jika dalam bahasa Indonesia hal ini sangat dominan tentunya ini akan menjadi ciri khas sendiri bagi bahasa Indonesia yang unik dan menarik.

Hal yang menarik bagi penulis untuk terus dan terus mencari kata-kata yang serupa kasusnya adalah karena kata-kata tersebut bukan merupakan kata turunan, bukan hasil dari derivasi, dan bukan pula polisemi walaupun maknanya saling berkaitan. Sebagian dari kata-kata tersebut ada bersinonim ada pula yang berkolokasi. Namun, yang menjadi perhatian utama bukan pada keterkaitan maknanya melainkan pada kesamaan unsur fonem pada tiap kata tersebut.

Mudah-mudahan buku ini dapat menjadi bahan pengayaan kosa kata bagi siswa SMA serta tidak menutup kemungkinan bagi siswa pada jenjang di bawah ataupun di atasnya. Bagi guru bahasa Indonesia, buku ini dapat dijadikan panduan bagi pembelajaran diksi. Lewat buku ini penulis berharap masyarakat Indonesia semakin cinta dan bangga terhadap bahasa Indonesia.

Terimakasih pada Allat SWT yang telah memberi pengetahuan ini. Terima kasih pada Entis Sutisna suami tercinta dan Usamah Dien Baqir ananda tersayang yang telah bersemangat menyumbangkan beberapa kata yang dijadikan data dalam buku ini.

BAB I

PENDAHULUAN


A. Landasan Pemikiran

 

Bahasa merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia yaitu sebagai alat komunikasi. “Penelitian membuktikan bahwa 75% waktu bangun kita dalam berada dalam kegiatan komunikasi”, demikian disampaikan oleh  Jalaludin Rakhmat (1992: 2). Begitu pentingnya peranan bahasa dalam berkomunikasi, sehingga dapat dikatakan  komunikasi tidak akan berlangsung dengan baik tanpa adanya bahasa.

Bahasa memiliki sistem yang universal dan bersifat dinamis. Dengan keuniversalannya suatu bahasa dengan bahasa lainnya di belahan dunia mana pun memiliki proses yang sama bagaimana bahasa itu bisa dihasilkan dan dipahami oleh manusia. Dengan kedinamisannya bahasa selalu berkembang dari masa ke masa membentuk suatu paradigma bahasa.

Unsur yang ada dalam bahasa yakni huruf, kata, kalimat, paragraf, dan wacana serta keilmuan bahasa yang meliputi fonologi, morfologi, dan sintaksis senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan yang membawa pada suatu paradigma bahasa yang universal.

Sebagai keilmuan, terjadinya paradigma bahasa adalah hal yang yang wajar. Hal ini dikarenakan sesungguhnya paradigma itu sendiri merupakan petunjuk teori yang membentuk kerangka berpikir bagaimana manusia memandang aspek-aspek  kehidupan dalam hal ini tentunya aspek kebahasaan.

B. Tujuan Penulisan Buku

Banyak siswa yang merasa mengenal bahasa Indonesia sehingga terkadang terkesan meremehkan pelajaran bahasa Indonesia bila dibandingkan dengan pelajaran lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari pun bahasa Indonesia sering dianggap remeh bila dibandingkan dengan bahasa asing. Hal ini karena siswa maupun orang Indonesia lainnya beranggapan bahwa mereka sudah bisa berbahasa Indonesia sejak mereka mulai mengenal bahasa.

Padahal bahasa Indonesia memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri yang dapat dibanggakan. Dengan membaca buku ini diharapkan:

  1. Siswa memiliki kekayaan kosa kata bahasa Indonesia sehingga lebih kreatif dan inovatif dalam menulis.
  2. Siswa memiliki semangat dalam mempelajari bahasa Indonesia dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Siswa memiliki rasa bangga akan bahasa Indonesia sehingga kelak merekalah yang akan memperkaya bahasa Indonesia ini.
  4.  Guru dapat lebih mudah dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Indonesia terutama pada yang terkait dengan keterampilan menulis di kelas.
  5. Guru dapat meningkatkan keterampilan menulis baik bagi dirinya sendiri maupun siswa.
  6. Siapapun yang membaca buku ini akan memiliki kekayaan kosa kata bahasa Indonesia dalam dirinya dan merasa bangga karena menjadi pemilik bahasa Indonesia.

C. Ruang Lingkup Isi Buku

Buku  ini  membahas tentang keunikan kosa kata bahasa Indonesia dari sisi kesamaan fonem dan kesamaan makna. Sebagai referensi awal penulis menampilkan medan makna (antonim, sinonim, homonim, homofon, homograf, polisemi, hipernim, dan hiponim, kolokasi, serta meronim) sebagai pengetahuan dasar bagi pembaca agar lebih memahami keunikan bahasa Indonesia yang ditampilkan dalam buku ini.

Isi buku ini terbagi dalam 5 bab. Bab 1 membahas landasan pemikiran, tujuan penulisan, dan ruang lingkup isi buku.

Bab 2 mengetengahkan keistimewaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang memiliki sistem tersendiri yang berbeda dari bahasa lainnya di dunia.

Bab 3 membahas tentang medan makna. Pada bagian ini penulis menjabarkan medan makna bahasa Indonesia lengkap dengan penjelasan dan contoh-contohnya.

Bab 4 mengetengahkan tentang kosa kata unik dalam bahasa Indonesia. Pada bab ini ditampilkan kosa kata unik dilengkapi dengan ciri keunikan dan maknanya.

Bab 5 merupakan bab penutup.

Buku ini juga dilengkapi dengan daftar pustaka yang telah menjadi “teman diskusi” selama proses penyusunan buku ini.

   BAB II

 

KEISTIMEWAAN BAHASA INDONESIA

Beberapa Keistimewaan Bahasa Indonesia

Bahasa memiliki sifat yang universal dalam arti bahwa ia dapat dimengerti dan dipelajari oleh semua orang dari belahan dunia manapun. Dari sifatnya yang universal ini tidak mengherankan apabila kita temui anak kecil (berumur <4 tahun) berkebangsaan Indonesia ketika ia pergi keluar negeri tak beberapa lama ia akan dengan mudah beradaptasi, bisa bermain, dan berkomunikasi dengan orang-orang asing lainnya. Pada orang dewasa juga bisa terjadi hal yang demikian, namun waktunya relatif lebih lama karena penyerapan bahasa baru bagi seorang anak lebih cepat dibanding dengan orang dewasa.

Dari keuniversalan dapat kita lihat juga bahwa bahasa memiliki sistem yang unik. Bagaimana proses bunyi ujaran diterima otak kemudian diterjemahkan sehingga memunculkan pemahaman bukankah hal tersebut unik? Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa dunia juga memiliki keunikan yang menjadi keistimewaan bila dibandingkan dengan bahsa lainnya.

Pertama, satu fonem dalam bahasa Indonesia hanya melambangkan satu bunyi, kecuali kh, sy, ng, e, dan e’. Jadi a dalam bahasa Indonesia di mana pun letaknya dalam sebuah kata maka tetap berbunyi a (bandingkan pengucapan a pada kata-kata bahasa Inggris berikut: make, cat, an aplle, ). Kedua, bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan kata karena waktu, jadi kata menulis pada saat ini, kemarin, dan akan datang adalah sama yaitu menulis (dalam bahasa Inggris ada 16 tenses untuk membedakan waktu sehingga untuk kata menulis bisa ada 3 kata kerja yaitu write, wrote, dan writen). Ketiga, bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan kata karena jumlah penggunanya, jadi baik tunggal maupun jamak kata buku tetap buku (dalam bahasa Inggris book untuk tunggal, books untuk jamak). Keempat, bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan bentuk kata karena perbedaan jenis kelamin pengguna bahasa tersebut kata dia dalam bahasa Indonesia digunakan sama baik untuk laki-laki maupun perempuan (dalam bahasa Inggris ada she untuk dia perempuan, he untuk dia laki-laki).


BAB III

 

MEDAN MAKNA

 

            Bahasa Indonesia  seperti halnya bahasa-bahasa lainnya di dunia memiliki keragaman bentuk dan makna. Sebagai ilmu yang bersifat dinamis bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan baik dari segi bentuk maupun maknanya. Satu kata  kadang berhubungan dengan pembentukan kata lainnya. Begitu juga dari segi makna satu kata kadang berhubungan makna dengan kata lainnya. Untuk mengetahui hubungan makna antara satu kata dengan kata lainnya maka harus diketahui medan maknanya.

Medan makna merupakan jenis hubungan antara satu kata dengan kata lainnya. Berikut beberapa medan makna yang ada dalam bahasa Indonesia.

1.1 Sinonim (si=sama, nim=kata)

Sinonim adalah dua kata (atau lebih) yang memiliki persamaan makna.

Contoh:   cantik-cakep

               cinta-sayang

Kata yang bersinonim tidak selamanya dapat saling menggantikan. Maksud pernyataan ini adalah dua buah kata yang bersinonim dalam beberapa kalimat memang bisa saling menggantikan, namun pada beberapa kalimat lainnya tidak.

Contoh:

  1. 1.      Dita cinta pada orang tuanya.
  2. 2.      Dita sayang pada orang tuanya.
  3. 3.      Dita suka pada orang tuanya.
  4. 4.      Dita senang pada orang tuanya.
  5. 5.      Dita sayang kucing.
  6. 6.      Dita suka kucing.
  7. 7.      Dita senang kucing.
  8. 8.      Dita cinta kucing.

Pada kalimat 1,2, dan 3  kata cinta, sayang, dan suka bersinonim dan bisa saling menggantikan. Namun, penggunaan kata senang pada kalimat keempat kurang tepat karena nilai rasa yang berbeda. Pada kalimat 5,6, dan 7 kata sayang, suka dan senang bersinonim dan dapat saling menggantikan. Namun, antara kalimat 5,6,7 dengan kalimat 8 kata cinta tidak bisa saling menggantikan karena nilai rasa yang berbeda. Dalam bahasa Inggris  keempat kata ini (cinta, sayang, senang, dan suka menggunakan kata yang sama yaitu ”love”, jadi dalam bahasa Inggris kata love bisa digunakan pada beberapa kalimat tanpa ada nilai rasa yang berbeda. I love cat dalam bahasa Indonesia berarti saya sayang/suka kucing bukan ”Saya cinta kucing”. Kata suka dan senang dalam bahasa Indonesia bisa juga disebut dengan ”like” dalam bahasa Inggris. Jadi, dalam bahasa Inggris kata ”love” dan ”like” bersinonim. Seperti halnya dalam bahasa Indonesia kata yang bersinonim dalam bahasa Inggris pun tidak selalu bisa saling menggantikan.

1.2 Antonim (anto/anti=lawan, nim=kata)

Antonim adalah dua kata (atau lebih) yang berlawanan arti.

Contoh:

Bukunya sudah usang.

Bukunya masih baru.

(kata usang dan baru pada dua kalimat di atas menunjukkan hubungan yang bertentangan maka kedua kata ini dikategorikan berantonim)

Hari ini ia memakai baju merah.

Kemarin ia menggunakan baju hitam.

(kata merah dan hitampada dua kalimat di atas menunjukkan hubungan yang bertentangan maka kedua kata ini dikategorikan berantonim)

Pada dasarnya semua warna saling berantonim, maksudnya satu warna misalnya warna merah berantonim dengan warna lainnya. Begitu juga dengan waktu antara pagi, siang, sore, dan malam.

1.3 Homonim (homo=sama, nim=kata)

Homonim adalah dua kata (atau lebih) yang tulisannya sama, bunyinya sama, namun artinya berbeda.

Contoh:

Bisa ular bisa mematikan.

(bisa=racun berhomonim dengan bisa= dapat)

Buku biologi menjelaskan tumbuhan yang berbuku-buku.

(buku=alat tulis berhomonim  dengan buku+ruas pada tumbuhan mis. tumbuhan bambu)

Homonim bersumber dari dua kata yang berbeda namun kebetulan penulisan dan pengucapannya sama. Oleh karena itu, antarkata yang berhomonim tidak ada kaitan makna sama sekali.

1.4 Homofon (homo=sama,fon=bunyi)

Homofon adalah dua kata (atau lebih) yang sama bunyinya padahal penulisannya berbeda, artinya pun berbeda.

Contoh:

  1. Saya sangsi pejabat yang korupsi itu akan dikenakan sanksi.

(kata sangsi dan sanksi bunyinya sama sehingga disebut berhomofon)

  1. Bang Ali menabung di bank Bali.

(kata bang dan bank bunyinya sama sehingga disebut berhomofon)

  1. Penjahat itu akhirnya disel di sel nomor dua.

(kata disel dan di sel bunyinya sama sehingga disebut berhomofon)

Pada contoh 3 terdapat penggunaan di sebagai awalan (di-) dan di sebagai kata depan, kata disel dan di sel memiliki bunyi yang sama walaupun tulisan berbeda maka keduanya merupakan kata yang berhomofon.

1.5 Homograf (homo=sama, graf=tulisan)

Homograf adalah dua kata (atau lebih) yang sama tulisannya, namun bunyi dan artinya berbeda.

Contohnya:

Selesai apel hari senin mereka diberi minum jus apel.

(kata apel dalam kalimat ini berbeda bunyinya apel=upacara dibaca dengan menggunakan e teleng sementara apel=buah dibaca dengan menggunakan e’ pe’pe’t. Karena tulisannya sama maka kata apel dalam kalimat ini dikategorikan berhomograf)

Di dalam sedan wanita muda itu tersedu sedan(baca=se’dan).

(kata sedan dalam kalimat ini berbeda bunyinya sedan= jenis mobil dibaca dengan menggunakan e teleng sementara sedan=tangis dibaca dengan menggunakan e’ pe’pe’t. Karena tulisannya sama maka kata sedan dalam kalimat ini dikategorikan berhomograf)

1.6 Polisemi (poli=banyak, semi=variasi)

Polisemi adalah satu kata yang memiliki banyak variasi makna. Karena bersumber dari satu kata kata maka maknanya pun masih saling berkaitan.

Contoh:

Kepala rumah tangga hendaknya hanya ada satu dalam tiap keluarga.

Kepala sekolah sedang memimpin rapat.

Kepala ikat pinggang itu terbuat dari emas putih.

Frase kepala rumah tangga , kepala sekolah, dan kepala ikat pinggang masing-masing memunyai arti yang berbeda, namun masih ada kaitan makna yaitu sama-sama yang memimpin, terdepan, dan kedudukkannya di atas. Hal ini dikarenakan kata kepala pada ketiga kalimat itu bersumber dari satu kata.

1.7 Hipernim dan Hiponim (hiper=lebih, hipo=khusus, nim kata)

Hipernim adalah kata yang memiliki makna lebih luas sementara hiponim kebalikkannya. Hubungan keduanya dapat dilihat melalui pohon derivasi.

Contoh:

Kata makhluk adalah hipernim dari kata manusia, tumbuhan dan hewan, sebaliknya kata manusia, tumbuhan dan hewan adalah hiponim dari kata makhluk. Kata hewan adalah hipernim dari kata mamalia, unggas, dan melata, sebaliknya kata mamalia, unggas, dan melata adalah hiponim dari kata unggas, begitu seterusnya.

1.8 Kolokasi

Kolokasi adalah dua kata (atau lebih) yang saling berhubungan maknanya.

Contoh:

Melihat          melihat

                      menoleh

                      melirik

                      melotot

                      memandang

                      mengintip

kata melihat, menoleh, melirik, melotot, memandang, mengintip adalah kata yang berbeda tetapi berkaitan makna yaitu sama-sama bermakna melihat, walaupun melihat dengan cara atau maksud yang berbeda. Kata-kata yang berkolokasi tidak bersinonim juga tidak berpolisemi sehingga penggunaannya dalam kalimat berbeda.

Bandingkan arti kata tersebut dalam kalimat berikut!

Saya melihat betul kejadian itu.

Kedua pasang kekasih itu memandang indahnya rembulan.

Saat dipanggil ia hanya menoleh sebentar.

Mata sampai melotot melihat buah yang besar itu.

Pemuda itu hanya melirik kepada saya.

Jangan mengintip ya! nanti saya malu.

 

 

1.9  Meronim

            Meronim atau hubungan  bagian adalah kata yang memiliki hubungan dengan kata lain yang nerupakan bagian dari makna kata lain.

Contoh:

BAB IV

KOSA KATA UNIK

BAHASA INDONESIA

            Setiap bahasa memiliki keunikan sendiri-sendiri, demikian juga dengan bahasa Indonesia. Pada bab  terdahulu telah dikemukakan keistimewaan bahasa Indonesia jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa yang ada di dunia ini. Pada bab ini penulis akan menampilkan kosa kata bahasa Indonesia yang memiliki keunikan dikarenakan kata tersebut memiliki kaitan makna dan kesamaan bunyi fonem.

Kata yang penulis maksud bukanlah polisemi yang bersumber dari satu kata memiliki arti berbeda tetapi maknanya masih saling berkaitan. Bukan pula semata-mata sinonim karena adanya kesamaan arti. Bahkan keberadaan kata-kata ini pun bukan berasal dari kata yang sama. Kalau biasanya analisis kata dilihat dari hal-hal sedemikian kata yang penulis katakan unik ini adalah kata yang memiliki kaitan makna dan  kesamaan bunyi fonem.

Adapun kosa kata yang penulis tampilkan di buku ini merupakan campuran antara kosa kata baku dan tidak baku. Jadi, sebagian dari kata diambil dari bahasa sehari-hari atau bahkan bahasa kontemporer yang sering digunakan di masyarakat. Sengaja penulis menampilkan perpaduan ini karena bukankah bahasa sehari-hari, slank, jargon, bahkan bahasa prokem sekalipun juga merupakan kekayaan kosa kata bahasa Indonesia?

Kosa kata Unik 

Untuk memahami dimana kesamaan bunyi itu berada pada setiap kumpulan kata-kata, lihat fonem yang dicetak tebal dan miring.

A

abu
debu
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna unsur serpihan yang berasal dari sisa-sisa (kotoran).
acak
kocok
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang diberantakan.
angin
dingin
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna siatuasi yang menimbulkan hawa dingin/sejuk.
air
alir
cair
 
banjir
basah
lembab
sembab
encer
lumer
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna unsur air
akbar
besar
lebar
longgar
lega
 
bengkak
mangkak
meledak
raksasa
luas
kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang besar.
aman
nyaman
tenang
tentram
kata-kata di atas sama-sama mengandung makna suasana menenangkan dan aman.
apit
himpit
jepit
kempit
sempit
sipit
sumpit
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang diletakan di suatu tempat yang sempit dan kecill sehingga sulit untuk bergerak. Untuk kata sumpit makna adalah alat yang bisa menyebabkan sesuatu terletak di tempat yang sempit dan sulit untuk bergerak
B
bolot
lemot
lelet
letoi
lemah
lemas
lengah
lesu
lelah
letih
lalai
lunglai
lama
lambat
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang membutuhkan waktu lama dan melelahkan
bohong
bolong
kosong
melompong
ompong
lubang
liang
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna tempat kosong, berlubang.
bubur
gugur
lebur
hancur
luruh
runtuh
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang hilang bentuk aslinya menjadi hancur berantakan, jatuh, bahkan hilang.
biru
haru
kelabu
pilu
sendu
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna suasana yang menyedihkan.
berai
cerai
derai
lerai
urai
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuati yang terpisah-pisah dan atau menjadi panjang
bagus
baik
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang baik.
bahagia
cerah
ceria
gembira
ria
riang
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna suasana yang menyenangkan dan menggembirakan.
buruk
jelek
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang tidak bagus. Bisa diperhatikan pula selain kesamaan bunyi /k/ pada akhir kata, kata –kata di atas juga memiliki kesamaan bentuk yaitu keduanya sama-sama dibentuk oleh dua fonem vokal yang sama yang mengapit dan di apit oleh konsonan; buruk , jelek.
botol
corong
lonjong
lontong
panjang
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang berbentuk lonjong berukuran panjang atau agak panjang. Perhatikan juga selain bunyi vokal /o/ dan konsonan /ng/  yang sama kata-kata ini juga sama-sama memiliki konsonan dental (gigi;/t/, /j/) di tengah kata, kecuali kata corong. Lihat!  botol, lonjong, lontong, panjang. Perhatikan juga pada kata-kata  tersebut kecuali kata botol, konsonan dental tersebut selalu didahului oleh konsonan /n/ ; lonjong, lontong, panjang.
bola
bulat
 
lingkar
putar
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu berbentuk lingkaran. Dua kata pertama memiliki kesamaan pada fonem /b/, /l/, dan /a/. Pada dua kata berikutnya kesamaan ada pada fonem /a/ dan /r/. Kaitan antara dua kata pertama dengan dua kata berikutnya ada pada fonem /l/ dan /a/.
buntut
kentut
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang letaknya di belakang/di bawah bagian tubuh.
beringas
buas
 
ganas
galak
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang ganas.  Tiga kata pertama sama fonem /a/ dan /s/  sedangkan dua kata terakhir sama fonem /g/ dan /a/, namun dapat disimpulkan keempat kata tersebut berhubungan dengan kata ganas.
bual
gombal
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna bohong.
bening
bersih
putih
rapi
suci
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang bersih. Dua kata pertama berkaitan karena fonem /b/,  /e/, dan /i/. Tiga kata terakhir berkaitan hanya karena fonem /i/ , jadi fonem yang lebih dominan terhadap semua kata di atas adalah fonem /i/.
batu
beku
kaku
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna kaku.
basmi
berantas
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna ditiadakan.
buang
tuang
tumpah
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang di buang dan dijatuhkan.
bentrok
bentur
dobrak
tabrak
tubruk
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang saling berbenturan. Dua kata pertama berkaitan dari fonem awal /b/, /e/, /n/, /t/, dan /r/ sementara tiga kata terakhir berkaitan dari fonem akhir /b/, /r/, /a/, dan /k/
bengkok
bongkok
jongkok
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang tidak lurus.
busik
sisik
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang warnanya agak berbeda karena membentuk pola tertentu.
bopak
bopeng
gompal
somplak
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang cacat berbentuk lubang.
bawah
lembah
rendah
Kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang berada di bawah.
bubar
kelar
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang sudah selesai.
bisul
muncul
sembul
timbul
umbul-umbul
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang muncul keluar.
bungkuk
lengkung
lesung
tekuk
tengkuk
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang membentuk lengkung atau legokan.
benjol
tongol
tonjol
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang menonjol keluar.
C
cabut
copot
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang lepas dari asalnya.
cicil
cicil
kecil
kerikil
kutil
nyempil
pentil
unyil
upil
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang kecil.
cengeng
menyeng
mewek
termehekmehek
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna seseorang yang cepat sekali menangis sampai tersedu-sedu.
colong
copet
curi
jambret
rampas
rampok
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna mengambil sesuatu secara paksa padahal benda tersebut bukan miliknya. Tiga kata pertama berhubungan karena fonem /c/ (colong, copet, curi). Fonem /o/ hanya muncul pada dua kata pertama (colong, copet). Tiga kata terakhir  memiliki kesamaan fonem /a/, /m/, dan /r/ (jambret, rampas, dan rampok) . Fonem /p/ hanya dimiliki oleh dua kata terakhir (rampas, rampok). Antara tiga kata pertama dengan tiga kata berikutnya dihubungkan dengan fonem /e/ dan /t/ pada kata jambret.
Carut-marut
cemberut
 
kalut
kemelut
kerut
keriput
kusut
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang  tidak rapi berkerut-kerut, serta suasana yang tidak menyenangkan.
cakep
cantik
kece
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna cakep.
ciprat
mencret
muncrat
semprot
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang mengandung air  keluar dengan cara menyembur.
celeng
limbung
oleng
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang bergerak secara tidak terarah atau sempoyongan.
centil
tengil
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sifat orang yang bertingkah tidak mau diam dan menimbulkan kelucuan atau kejengkelan bagi orang lain.
coret
gores
poles
Kata di atas sama-sama mengandung makna melakukan tindakan memulaskan sesuatu pada suatu tempat.
cacat
cela
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang tidak sempurna.
curam
dalam
jurang
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu menjorok ke bawah  sangat dalam
cepat
kilat
singkat
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang terjadi secara cepat dan hanya membutuhkan waktu yang singkat.
condong
mancung
moncong
monyong
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang cenderung maju/ menonjol secara berlebihan dibandingkan bagian yang lainnya.
colok
sodok
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna menyudutkan/ mendorong suatu hal dengan menggunakan alat berupa atau serupa dengan tongkat.
cabut
copot
Kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang ambil dari tempat asalnya.
D
dinding
tebing
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang tinggi, lebar, dan bisa merupakan sebagai pembatas antara satu bagian dengan bagian lainnya.
darah
marah
merah
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna warna merah.
dongkol
gondok
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang menjengkelkan.
dekap
sekap
pengap
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang merapat yang kalau dalam waktu yang lama akan menimbulkan kepengapan.
depak
sepak
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang ditendang sehingga terlempar.
dekil
kucel
kumal
Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang lusuh dan kotor.
E

elaktolakKata-kata di atas sama-sama mengandung makna menghindar dari sesuatu hal.

elok

molek

 

Kata-kata  di atas sama-sama mengandung makna cantik atau bagus.FfanafantasiKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang hanya bersifat khayalan, menyenangkan, dan sementara.GgemukgendutlemaktambunKata-kata di atas sama-sama mengandung makna besar dan berlemak. Perhatikan pula tiga kata dari empat yang ada diakhiri oleh jenis konsonan dental/gigi ( gemuk, gendut, tambun). garukkerukKata-kata di atas sama-sama mengandung makna tindakan yang menggunakan alat berupa atau serupa tangan bergerak ke bawah, maju-mundur, lalu ke atas  kadang-kadang disertai adanya sesuatu yang dibawa sebagai hasil garukkan tersebut. garingkeringkerontangKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang kehilangan air dalam jumlah yang banyak. gembilgembulgempalKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang padat dan  cenderung menyembul. Perhatikan pula bahwa walaupun tidak semuanya memiliki fonem /b/,  namun kata terakhir memiliki jenis konsonan yang sama yaitu konsonan bibir (gembil, gembul, gempal). gasakgesekgosokKata-kata di atas sama-sama mengandung makna tindakan yang mengadukan sesuatu sehingga menimbulkan benturan yang ringan, tindakan ini berulang-ulang. Perhatikan pula bahwa fonem /s/ sebagai fonem yang terletak di tengah-tengah diapit oleh fonem yang sama (gasak, gesek, gosok). ganjengenitKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu perbuatan yang menggoda bagi lawan jenisnya. gaplokkeploktabokKata-kata di atas sama-sama mengandung makna memukul bagian tubuh baik dengan maksud bercanda maupun sungguh-sungguh karena kesal. geplakjitakkemplangkeplakKata-kata di atas sama-sama mengandung makna memukul kepala seseorang dengan kasar.gelisahgundahresahsusahKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suasana tidak menyenangkan sehingga membuat orang yang mengalaminya resah gusurgeserKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu tindakan yang menyebabkan sesuatu berpindah tempat dari asalnya semula. gampangmudahringanKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang mudah dilakukan. Bandingkan dengan kata yang berlawanan artinya misalnya; sulit, rumit, pelik.HhitamkelammalammuramseramsuramKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang gelap, sepi, dan cenderung menyeramkan. hebatkuatKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang lebih hebat dari biasanya. halusmulusKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang lembut dan licin.IirispipihtipisKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu irisan yang kecil dan pipih. iritpelitKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu perbuatan yang menyebabkan dikeluarkannya sesuatu hanya sedikit saja. ikhtisarringkasrangkumresumeKata-kata di atas sama-sama mengandung makna perbuatan yang menyebabkan tulisan yang semula banyak dan panjang menjadi sedikit dan pendek. ikutturutmanutKata-kata di atas sama-sama mengandung makna kepatuhan atau suatu perbuatan mengikuti. intipseliptitipKata-kata di atas sama-sama mengandung makna perbuatan yang tidak terang-terangan dan cenderung diam-diam.JjelaslugasluguKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sifat apa adanya. jenguktengokKata-kata di atas sama-sama mengandung makna perbuatan melihat dengan sengaja karena sesuatu hal misalnya karena dipanggil atau karena ada orang yang sakit.jalajaringsaringKata-kata di atas sama-sama mengandung makna alat atau perbuatan yang menggunakan alat yang bentuknya ada lubang-lubang sehingga bisa menyaring sesuatu. jorokkotorKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu hal dan atau perbuatan yang tidak bersih.KkesalsebalmangkeljengkelKata-kata di atas sama-sama mengandung makna perasaan yang tidak mengenakan disebabkan sesuatu yang tidak menyenangkan. kerucutkerutkuncupkuyupKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang berubah menjadi lebih kecil. Untuk kata kerucut mengandung makna suatu alat yang salah satu ujungnya mengecil atau lebih sempit. kotakpetakretakKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu bentuk yang bercorak menyerupai garis-garis baik itu horizontal maupun vertikal. kaluttakutKata-kata di atas sama-sama mengandung makna situasi yang menegangkan. kibaskipasKata-kata di atas sama-sama mengandung makna melakukan perbuatan atau menggunakan alat dengan cara menepiskan sesuatu sehingga menimbulkan adanya angin. Perhatikan pula bahwa fonem konsonan yang diapit merupakan konsonan bibir (kibas, kipas) kerenmenterengKata-kata di atas sama-sama mengandung makna kondisi seseorang atau keadaan seseorang yang lebih gaya dibandingkan yang lainnya. kilausilauKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang ditimbulkan akibat adanya cahaya yang berlebihan/gemerlap. karungkerudungkurungsarungtudungKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu alat atau perbuatan yang menggunakan alat untuk menutupi sesuatu. kapanmengapasiapaKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu pertanyaan. kasarsangarKata-kata di atas sama-sama mengandung makna menunjukkan sesuatu yang tidak lembut. kekarkeraskokohkuatkukuhKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang memiliki sifat kuat dan keras. kutuklaknatKata-kata di atas sama-sama mengandung makna tindakan yang dapat menyebabkan sesuatu yang dikenai perbuatan itu sangat menderita. Perhatikan pula bahwa kata tersebut didominasi fonem konsonan tertutup. Selain itu, kata tersebut memiliki fonem vokal yang sama mengapit konsonan (kutuk, laknat). lepaslolospisahKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang terlepas atau melepas dari yang lain. lirih perihsedihKata di atas sama-sama mengandung makna rasa yang menyakitkan/menyedihkan. L

lembeklembutlenturlunakKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang mudah dibentuk atau tidak keras. lurusterusKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang membentuk garis lurus berkelanjutan. legasegarKata-kata di atas sama-sama mengandung makna rasa bebas menyegarkan. lemparlontarKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu benda yang dipindahtempatkan dengan cara dilempar. Kedua kata ini juga bisa bermakna ungkapan pembicaraan. lunaspastuntasKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang sudah selesai dan tepat. leceklusuhKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang tidak rapi lagi. Perhatikan juga bahwa ada fonem vokal yang sama mengapit konsonan pada tengah-tengah kata (lecek, lusuh) lompatloncatlonjakKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu perbuatan atau akibat yang menunjukkan arah ke atas. lantangnyalangnyaringKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang menimbulkan suara nyaring. lancipruncingKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu hal yang ujungnya tajam dan lebih kecil atau lebih tipis dari bagian lainnya. letakpetaKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu hal yang berhubungan dengan tempat atau lokasi.MmualmuntahKata-kata di atas sama-sama mengandung makna rasa yang tidak enak dari dalam perut yang menimbulkan sebagian isi (berupa makanan/minuman) perut keluar dari mulut. mekarmelarmolormundurKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu keadaan yang menjadi lebih baik ukuran berat maupun waktu. melototngototnyolotsewotKata di atas sama-sama mengandung makna suatu tindakan yang menunjukkan kemarahan disertai gerakan mata yang membuat mata tampak lebih besar dan menyebabkan otot di sekitar mata pun bekerja lebih banyak. miringsintingKata-kata di atas sama-sama mengandung makna keadaan yang tidak normal atau menyimpang atau bergeser dari keadaan normal.NnemploknomplokKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu kondisi yang menyebabkan dua hal menjadi saling berdekatan bahkan tumpang tindih. nodanoktahKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu titik kecil pada salah satu bagian dari sesuatu yang besar.

O

oleng

celeng

ogel

oglak

Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna bergerak tidak beraturan karena ada sistem yang rusak.

obrakabrik

orak-arikKata-kata di atas sama-sama mengandung makna berantakan karena diacak. Selain memiliki kesamaan bunyi fonem kedua kata tersebut juga memiliki kesamaan bentuk yaitu sama-sama bentuk ulang.

PpekaksorakteriakKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu tindakan yang menimbulkan suara yang gaduh. pedelpendekpengekpenyetpesekKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu keadaan yang tidak tinggi dan cenderuk lebih kecil. peluktumpuk Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu kondisi yang menyebabkan dua hal menjadi saling berdekatan bahkan tumpang tindih. peningpusingKata-kata di atas sama-sama mengandung makna rasa sakit di kepala. penuhseluruhKata di atas sama-sama mengandung makna banyak. pinggirsingkirKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang letak atau kondisinya berada di luar kondisi normal atau tengah-tengah. pikatpukauterpanaKata-kata di atas sama-sama mengandung makna kondisi seseorang merasakan takjub. pelikrumitsulitKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang tidak mudah.

Q

Penulis tidak menemukan kosa kata unik dari alfabet Q.RringsekrongsokrunyamrusakKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu hal atau keadaan yang sudah tidak baik/bagus lagi. ruwetribetKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu keadaan tidak mudah. robeksobeksowekKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang sudah sempurna dan rusak. rimbunrindangKata-kata di atas sama-sama mengandung makna pohon yang banyak daunnya. runtuturutKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang tersusun rapi menurut aturan tertentu.SsodokdorongsogoksuapKata-kata di atas sama-sama mengandung makna melakukan tindakan  (mendorong, cenderung  memaksa) sehingga menyebabkan suatu benda berpindah dari tempatnya. selesaiusaiKata-kata di atas sama-sama mengandung makna suatu kondisi akhir. sendirisenyapsepisunyiKata-kata di atas sama-sama mengandung makna kondisi yang hening tidak ramai.TtanggaptangkapKata-kata di atas sama-sama mengandung makna dapat menampung/mengambil sesuatu. tancaptikamtusukKata-kata di atas sama-sama mengandung makna memasukkan benda tajam pada sesuatu. tangkistepisKata-kata di atas sama-sama mengandung makna perbuatan menolak, menangkal, menghindar dari sesuatu. timbuntumpangtumpukKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu yang ditumpuk. tegaktegangKata-kata di atas sama-sama mengandung makna sesuatu hal atau kondisi yang lurus.

U

upaya

usaha

Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna melakukan tindakan untuk mencapai sesuatu.

umur

usia

Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna lama waktu hidup seseorang.

V

variabel

verietas

Kata-kata di atas sama-sama mengandung makna kelompok sesuatu hal.

W

wabah

musibah

Kedua kata di atas sama-sama mengandung makna bencana.

wafat

mangkat

Kedua kata di atas sama-sama mengandung makna meninggal. Selain memiliki kesamaan pada bunyi akhir at, perhatikan pula bahwa kata-kata di atas sama-sama diapit dua vokal a.

X

Penulis tidak menemukan kosa kata unik dari alfabet X.

Y

yaitu

yakni

Kedua kata di atas merupakan kata penghubung yang bersinonim dan bermakna untuk memberikan rincian.

Z

zadah

haram

kedua kata di atas merupakan kata yang bersinonim dan memiliki arti tidak suci. Selain kesamaan bunyi pada kedua kata di atas juga sama-sama terdapat vokal a yang mengapit konsonan.

BAB 5

PENUTUP

          Bahasa dengan segala problematikanya tetap saja merupakan sesuatu yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Bahasa memiliki daya atau kemampuan mengubah sesuatu hal dengan caranya sendiri. Bahasa bisa menjadikan seseorang bermanfaat atau sebaliknya.

Seperti ungkapan yang mengatakan ”Bahasa menunjukkan bangsa”, berarti bagaimana seseorang atau masyarakat pada suatu tempat berbahasa akan dapat menujukkan siapa dia sebenarnya. Dengan kata lain baik atau tidak manusia dapat dilihat dari bahasanya.

Bangsa Indonesia memiliki bahasa yang begitu istimewa, begitu kaya sangat disayangkan bila tidak dipelihara dan dikembangkan.  Jadi, berbicaralah dan menulislah yang baik jangan hanya biasa-biasa saja agar orang lain simpatik dan tertarik karena Anda unik!

Jenis: Pengayaan Pengetahuan Sosial dan Humaniora

Iklan

9 Tanggapan

  1. Menarik untuk dikaji lebih mendalam lagi

  2. ok bngetttttt…………….
    btowwwwwwwwwwww

  3. waaa…

  4. Maaf, boleh minta daftar pustaka nya engak?

  5. Asyiik asyiiik joss

  6. biasa aja g ad yg bgus kok

  7. Thenk’s atas Infonya…..!!!

  8. Ok bangett 👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: